Kamis, 01 Agustus 2013

ANALISIS KEUANGAN - RASIO (ERDIKHA ELIT)


Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya 

Acid Ratio


Rasio Cair (Acid Ratio) atau sering pula disebut sebagai Rasio Cepat




(Quick Ratio) adalah sebuah rasio yang digunakan untuk mengukur 




kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva lancar




untuk menutupi utang lancarnya Yang termasuk ke dalam rasio lancar 


adalah aktiva lancar yang dapat dengan cepat diubah dalam bentuk 

kas, termasuk di dalamnya akun kas, surat-surat berharga, piutang 


dagang, beban dibayar di muka, dan pendapatan yang masih harus 


diterima


Persediaan barang dagang tidak dihitung meskipun termasuk dalam aktiva 


lancar, karena persediaan dianggap sebagai aktiva lancar yang sulit diubah 


menjadi kas. Rumus untuk menghitung Rasio Cair (Acid Ratio) adalah 


sebagai berikut:


Market Ratio


Rasio Laba Terhadap Saham Beredar (EPS)


EPS= Keuntungan bersih / Jumlah saham beredar
Rasio ini digunakan untuk mengukur suatu tingkat keuntungan dari 
perusahaan. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai pada kwartal yang 
sama pada tahun sebelumnya untuk menggambarkan pertumbuhan tingkat 
keuntungan perusahaan. Hasil perhitungan rasio ini dapat digunakan untuk 
kenaikan ataupun penurunan harga saham suatu perusahaan di bursa 
EXAMPLE —
Earnings are Rp. 100,000 and preferred stock dividends of
Rp. 20,000 need to be paid. There are a total of Rp. 80,000
common shares outstanding.
Earnings per Share (EPS) is (Rp. 100,000 - Rp. 20,000) / Rp. 80,000 
shares outstanding or  1.00 per share.




Rasio Harga Saham Terhadap Laba Perlembar Saham





P/E Ratio = Harga saham / EPS
Biasa juga disebut dengan P/E Ratio yang dihitung dengan cara membagi 
harga saham dengan keuntungan perlembar saham. Rasio ini digunakan 
untuk membandingkan suatu perusahaan dengan P/E Ratio rata-rata 
dari perusahaan dalam kelompok industri sejenis
EXAMPLE —
Earnings per share is Rp. 3.00 and the stock is selling for. 36.00 per 
share.
The P / E Ratio is Rp. 36 / Rp. 3 = Rp. 12.
The company is selling for 12 times earnings.

Rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan (PEG ratio)


PEG Ratio = P/E ratio / pertumbuhan tahunan EPS
Semakin rendah PEG Ratio suatu perusahaan maka berarti harga 
sahamnya adalah dibawah harga semestinya ( undervalued) dan 
perusahaan memiliki rasio pertumbuhan EPS yang tinggi. Misalnya 
suatu perusahaan dengan pertumbuhan EPS sebesar 21.5% dengan
P/E Ratio sebesar 37.3% maka PEG Ratio nya adalah 
21.5/37.3=0.576.

Rasio harga saham terhadap nilai buku (PB/V Ratio)

PB/V Ratio = Harga saham / (total 
harta - total hutang)
Semakin rendah PB/V rasionya berarti harga 
saham tersebut murah atau berada dibawah 
harga sebenarnya, namun hal ini juga dapat 
berarti ada sesuatu yang merupakan kesalahan 
mendasar pada perusahaan tersebut.
Misalnya perusahaan XXX memiliki harta 
sebesar Rp. 100 milyar dan hutangnya sebesar 
Rp. 70 milyar maka nilai buku perusahan 
tersebut adalah Rp. 30 milyar dan apabila saham
yang beredar 500 juta maka berarti setiap 
saham mewakili Rp. 600 nilai buku, dengan 
harga perlembar saham sebesar Rp. 1.200 maka 
berarti PB/V rasio perusahaan tersebut adalah 1.200/600 = 2.


LEVERAGE RATIO

RASIO HUTANG PERSEROAN

Debt Ratio = Total Utang / Total Aset
Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 % artinya bahwa 30% dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.


DEBT TO EQUITY RATIO 


Menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan
dengan demikian dapat dilihat struktur resiko tidak tertagihnya 
hutang. Makin kecil angak rasio ini makin baik
Debt to Equity Ratio is calculated as follows:
DER = Total Liabilities / Shareholders Equity
EXAMPLE —
We have total liabilities of Rp.75,000 and total shareholders 
equity of Rp 200,000. The Debt to Equity Ratio is 37.5%, Rp
75,000 / Rp 200,000 = 0.375. When compared to our equity
resources, 37.5% of our resources are in the form of debt.

MARGIN PENDAPATAN BERSIH

Formula  = Pendapatan bersih / Total penjualan
Net profit margin adalah rasio tingkat profitabilitas yang dihitung 
dengan cara membagi keuntungan bersih dengan total penjualan 
Rasio ini menunjukan keuntungan bersih dengan total penjualan 
yang di peroleh dari setiap penjualan.


PROFITABILITY RATIO
Operating Income to Sales
OPM = EBIT / Net Sales
EXAMPLE —
Net Sales are $ 460,000 and Earnings Before Interest and Taxes 
is Rp 100,000. This gives us a return of 22% on sales, Rp 
100,000 / Rp 460,000 = 0.22.
Artinya : tiap Rp. 1 menghasilkan Rp. 0,22 OPM

RETURN TO EQUITY

Secara umum ROE dihasilkan dari pembagian laba dengan ekuitas 
selama setahun terakhirSederhananya perngitungan ROE adalah 
sbb:
ROE = Laba bersih/Nilai Ekuitas










Artikel Terkait

0   komentar

Poskan Komentar

Cancel Reply
W E L C O M E